Lensa Buram
Seorang “BOS” datang ke kantornya dengan wajah seram. Karyawan yang sedang menyiapkan pekerjaannya memalingkan mukanya karena takut melihat wajah atasannya tersebut.
Begitulah suasana sehari-hari di kantor tersebut. Suasana mencekam, tegang, serba salah menjadi pemandangan harian.
Di tempat lain, seorang manajer selalu menyalahkan setiap hasil pekerjaan bawahannya. Dia menganggap cuma dirinyalah yang paling benar dan orang lain selalu salah. Segala umpatan, amarah, kata-kata kotor menjadi menu sehari-hari. Setiap kesalahan baik besar maupun kecil selalu dikorek-korek sehingga suasana menjadi tidak kondusif.
Jika kita bisa ibaratkan, contoh diatas adalah para pemakai kacamata berlensa buram bahkan retak karena yang dilihat selalu gelap dan kotor walaupun pada kenyataannya cerah dan terang benderang. Suasana hatinya selalu diliputi oleh prasangka, amarah, sombong, pikiran ruwet, curiga berlebihan dan segala penyakit hati lainnya.
Ingat…karyawan adalah asset yang harus kita jaga dan pelihara. Jangan sampai mereka lari hanya gara-gara tidak tahan lagi dengan kelakuan kita.
CEO Zappos.com (Tony Hsieh) menuliskan dalam bukunya (delivering Happiness) bahwa ia menanamkan nilai-nilai dalam perusahaannya sehingga mampu membentuk komunitas yang tidak hanya sebagai rekan kerja tapi juga muncul ikatan sahabat dan keluarga.
Tony menjalankan bisnisnya dengan pendekatan Peace, Love, Unity, Respect bagi banyak pihak baik itu konsumen, karyawan, vendor dan investor sehingga dengan ramuan kegigihan dalam menjalankan bisnisnya ditunjang dengan keberhasilan dia untuk menanamkan kultur yang kuat berhasil mencatatkan Zappos sebagai peritel sepatu terbesar di dunia dan mampu membukukan penjualan ditahun 2008 = $ 1Miliar. WOW…keren khan?
Coba tengok sejenak bagaimana kita bersikap sehari-hari lalu renungkan….Apakah kita termasuk yang sejenis atau sebaliknya.
Kalau iya, segeralah ganti dengan lensa bening karena kita bisa melihat dengan “jernih” segala persoalan.
Jabat Erat,
Mofied
owner kostumbola.com