Kenali Diri Sendiri
Sering dalam menjalankan usaha, kita dihinggapi beberapa penyakit latent yang kurang disadari. Salah satunya adalah selalu “silau” dengan bisnis teman dan selalu memandang bahwa bisnis yang kita jalani kurang “hot” dibanding mereka. Ada sisi positifnya sih, kita jadi terpacu untuk dapat minimal sama atau bahkan lebih dari mereka atau kita bisa belajar banyak dari mereka.
Yang jadi masalah adalah energi kita habis terkuras karena terlalu sibuk untuk membanding-bandingkan dengan bisnis kita. Alih-alih melakukan pembenahan dan berkonsentrasi untuk membesarkan …kita akan selalu membebek dan gonta-ganti bisnis karena ingin seperti mereka. Alhasil, biaya dan waktu yang kita keluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat…dan bisnis jalan ditempat.
Sebagai orang yang masih baru dalam menjalankan usaha, saya juga pernah mengalami situasi seperti diatas atau diistilahkan “syndrom rumput tetangga selalu lebih hijau”. Bisnis jualan online kostumbola.com saya jalankan baru sedikit menampakkan hasil, sudah terlalu pede dan tergoda juga untuk menjalankan bisnis lain karena tergiur dengan hasil besar yang diperoleh dengan waktu singkat. Hasilnya… pikiran bercabang-cabang dan energi yang dikeluarkan juga double…. bisa ditebak… satu lari ditempat dan yang satunya lagi berantakan . Silakan lihat postingan saya sebelumnya di small is beautifull .
Bercermin dari situ, saya all out dan bertekad untuk fokus dengan cukup menjalani satu bisnis karena saya merasa asyik dan menikmati dengan segala tantangannya. Inilah dunia saya, inilah impian saya. Kenapa nggak saya rawat?
Segala upaya dilakukan dimulai dari melakukan setting kembali konsep jualan, penentuan segmen pasar, pembenahan internal dan eksternal, promosi dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan dengan proses panjang dan butuh kesabaran extra tinggi karena dirintis lagi nyaris dari nol.
Kenapa saya mau bercapek-capek ria untuk sesuatu yang belum kelihatan??? Jawabannya :karena saya yakin betul dengan apa yang dilakukan. Tentunya disertai juga dengan beberapa masukan beberapa teman dan belajar sana sini karena memang berangkatnya dari kaum gaptek
Hasilnya.. walaupun masih belum maksimal..sedikit demi sedikit sudah mulai ada penampakan…cashflow sudah mulai ada dan pelanggan mulai berdatangan.
Oleh karena itu bagi yang mulai merintis dan cari-cari bisnis mana yang cocok saya sarankan untuk melakukan review dan mengukur diri sendiri sebagai berikut:
- Apa benar bisnis yang kita jalani sudah sesuai dengan passion, kemampuan dan determinasi kita?
- Jika jawabannya tidak, segeralah beralih untuk menjalani sesuai point yang diatas
- Apakah kita fokus dengan yang kita jalani dan yakin sudah benar, tentunya dengan segala tantangannya (naik turun, problem internal/ eksternal, finansial dsb) ?
- Apakah kita sudah menikmati segala prosesnya (tantangannya, jatuh bangunnya, dll dsb) ?
kata teman, jika mastery sudah ada, mau ngapain aja akan terasa mudah…dan keajaiban kemungkinan besar akan selalu menghampiri Anda.
Nah…ada satu PR lagi yang belum saya selesaikan, dimulai dari saat menulis artikel ini…akan ada satu tahap lagi.. satu proses lagi dimana kebebebasan berpikir, bertindak, berekspresi akan sesuai dengan yang saya yakini. Tentunya atas seijin Allah SWT.
Waktunya? cuma saya yang tahu…
Jabat Erat,
Mofied
owner www.kostumbola.com
Mantaf mbah!
Fokus..pokus..vokus!
juragan sapi
November 5, 2011 pada 6:08 pm
makasih om jawara….tulisan tentang follower nyentrik juga tuh…mantabs
mofied
November 7, 2011 pada 4:58 am
teringat guru saya tahun 2007an ketika saya belajar bisnis online.
wejangan dia 5F “FOKUS FOKUS FOKUS FOKUS FOKUS….”
sukses ya..
Ariep Rachman
Februari 11, 2012 pada 11:01 am
makasih atas doanya pak…
Mofied
Februari 20, 2012 pada 3:38 pm