Bisnis Interaktif

catatan kecil tentang perjalanan hidup, bisnis dan hobby

Hati-hati apabila berada di area Comfort Zone

with 2 comments

   

ada sedikit cerita untuk yang selama ini merasa nyaman-nyaman saja dengan apa yang sudah diperoleh. hati-hati lo… ini ceritanya,

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung
yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu
pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun
terbang bersebelahan melintasi udara bebas.

 Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang : “Mari kita
turun dan mendapatkan
sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas :
“Kedengarannya ide yang bagus”. Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata : “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada
binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya : “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab : “Oh, kami punya banyak makanan disini.
Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai,
Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab : “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak
perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung : “Maksud kamu,Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab : “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang : “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok
dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah
lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”

Elang juga goyah dengan pengalaman ini : “Saya tidak tahu tentang semua ini.
Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap di mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan Selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja.
Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun lalu suatu hari dia
mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…

Hati-hati bagi kita yang sudah terperangkap di kandang pak Tani (sang
juragan) sehingga kita jadi malas dan menyerahkan nasib hidup kita……

Atau  . . .coba  anda  amati pasti . . . .pasti ada  beberapa  rekan  kerja  anda  yang  sudah masuk  The Comfort  Zone , atau  mungkin  anda  sendiri  , atau  justru  Sang Juragan  sendiri  , karena  terlena  telah  masuk  daerah  itu , hingga  status usahanya  pun  masuk  kedaerah  Siaga  I.

Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus … (Pepatah Kuno)

dikutip dari : Djodi Ismanto

Mitsubishi Motors – Group Sumatra Berlian

 ada yang menarik dari cerita diatas…

kebanyakan dari kita, jika sudah dikondisikan untuk “nyaman” baik secara finansial, kedudukan, fasilitas dan lain-lain tetntunya akan cenderung statis.

enak memang, ngapain mikir lagi toh gaji sudah cukup, toh jabatan sudah tinggi, toh fasilitas sudah lengkap?

namun sebaliknya…

apakah sudah siap apabila keesokan harinya kita dapat selembar “surat cinta” dari perusahaan berupa PHK, tiba-tiba turun jabatan atau bulan depannya pensiun karena sudah waktunya…

apa yang didapat? bisa ditebak…

kita akan cenderung depresi, putus asa dan post power syndrom. Parahnya, penyakit turunannya akan ikut-ikutan hinggap ditubuh kita..

mungkin sebagian sudah menyisihkan sebagian penghasilannya atau mendapat uang pesangon sebagai persiapan pensiun. Tetapi pertanyaannya, apa ngga akan habis tuh uang kalau diambil terus-terusan untuk membiayai hidupnya?

nasehat saya adalah:

bagi yang masih diberi kesempatan, ayo kita persiapkan jauh-jauh hari sebelum semua itu menimpa kita. Merintis usaha adalah salah satu jalan yang dipakai karena sebagai pelaku usaha, kita dituntut untuk tangguh karena sudah terbiasa dengan jatuh bangun ketika memulainya.

kita juga akan dipaksa untuk kreatif karena dituntut untuk mencari terobosan-terobosan baru untuk mengembangkannya.

dan yang paling penting, ada passion didalamnya.

pilih mana, jadi elang atau kalkun?

salam sukses,

mofied

Written by Mofied

November 30, 2009 pada 1:42 pm

Ditulis dalam inspirasi

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Suatu cerita yang baik untuk memotivasi kita dalam menjalani hidup yang tidak akan pernah kita ketahui apa yang akan terjadi di masa yang akn datang…seperti halnya cerita pa mofied di atas yang memberi suatu pilihan mau jadi apa kita nantinya….salam sukses selalu

    risky kurniawan

    Desember 11, 2009 at 10:33 am

  2. Alhamdulialah,sepertinya saya pernah memerankan kalkun tapi saya sdar sebelum menjadi gemuk udah terbang minggat duluan,untuk mencari impian dan harapan yang telah di janjikan…..hidup kebebasan….!!!!! seperti kata pepatah bayaran sebesar apapun tak akan sanggup menggantikan kebebasan yang kita peroleh dari tuhan

    nanank Doank

    Mei 26, 2010 at 3:12 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: