Bisnis Interaktif

catatan kecil tentang perjalanan hidup, bisnis dan hobby

Anakku Tulen Bekasi

with 2 comments

Bekasi? Wow…

Itulah kata-kata yang pertama saya lontarkan ketika  di awal tahun 1993  dapat SK penempatan kerja ke Bekasi.

Bayangkan, saat itu saya masih tinggal di Bandung yang terkenal sejuk, hijau dan terkenal buat tempat cuci mata…

Terpikir di benak saya akan suasana Bekasi yang macet, panas, gersang dan berdebu. Benar saja, dugaan saya ternyata tidak meleset jauh…

Pertama kali kali naik angkutan umum untuk menuju ke tempat famili saya di daerah H agus Salim, sudah di hadang kemacetan mulai dari keluar terminal. Sesampainya di lampu merah pasar proyek, sudah dihadang oleh parade becak, motor, mobil pribadi dan angkutan umum yang berebut jalur untuk dapat melewati jebakan macet berupa pintu rel yang melintang memotong jalan.

Sesampainya di rumah family (ini menjadi tempat tinggal yang pertama di Bekasi), saya disambut dengan aroma sedapnya limbah pabrik kertas yang letaknya di seberang kali Bekasi…ihh, mana airnya berbusa lagi…

Nyamuknya, cuma satu tapi temennya banyak…mana galak-galak lagi, nggak mempan dengan semprotan. Mau ngadem? dimana…akhirnya ya cuma jalan-jalan ke kawasan Rama Plaza yang sekarang sudah digusur…

Untung masih ada sedikit hiburan yaitu makan bakso enak di kawasan H Agus Salim (ngga mau sebut nama, takut dituduh promosi)…itung-itung buat obat suntuk…

yang bikin saya heran, kenapa jalanan menuju tempat saya ngantor, tepatnya di Jl Ir Juanda antara depan Lapangan Multi Guna sampai terminal kok bisa multi fungsi…ya buat jalanan, ya buat dagang kaki lima dan malamya buat tempat jualan sayur…praktis pejalan kaki saja susah untuk jalan..setahu saya, itu khan jalan protokolnya Bekasi?

Mungkin karena saya termasuk anggota P4 (Pergi Pagi Pulang Petang) lama-lama terbiasa juga dengan suasana begitu…

Seiring berjalannya waktu, Bekasi sebagai penyangga Jakarta tumbuh menjadi kota metropolitan baru. Kegiatan ekonomi makin kencang berdenyut.

Banyak Mal-mal baru berdiri, dibukanya kawasan industri berikut infrastrukturnya, dibangunnya kompleks perumahan-perumahan baru mulai dari yang RSSS sampai kelas MM an…

Bekasi yang dulu berbeda dengan yang sekarang, ini yang membuat saya mulai betah disini. Banyak peluang baru yang bisa saya kerjakan…Bekasi juga bisa mencetak saya untuk bisa survive…

Saat ini, kita lihat jalanan Bekasi sudah mulai terlihat rapi…Pedagang kaki lima dan pasar kaget yang dulu sering saya temui juga sudah tidak kelihatan…

Jalanannya juga sudah mulus-mulus sampai ke kompleks-kompleks. Saya ingat,  dulu banyak yang ngrangkap jadi kolam lele karena banyak kubangan disana-sini, ditanami pohon pisang lagi…🙂

yang paling saya salut… setiap Sabtu pagi ketika lewat di sekitar lapangan multiguna, Banyak Bapak-bapak dari Pemda yang bahu-membahu  membersihkan jalanan di sekitar situ…

Terima kasih atas gebrakan Pak Walikota yang terus membenahi kotanya sehingga makin tertata rapi.

ada sedikit masukan dari saya sebagai warga biasa yaitu:

  • Banjir masih menjadi problema tersendiri sehingga perlu percepatan untuk membangun kanal-kanal dan resapan air bersih
  • Penggalakan penghijauan dan dibangunnya taman-taman terbuka, sehingga warga tidak kesulitan lagi untuk mencari tempat nyaman untuk berkumpul
  • Ditertibkannya bangunan-bangunan liar dan PKL yang masih menjamur

itu saja usulan saya, mungkin sudah terpikirkan oleh Bapak-Bapak aparat Pemkot…

Asli…. saya bangga menjadi warga Bekasi, bahkan ketika ada penawaran untuk pindah keluar kota dengan halus saya tolak. Apalagi sejak ketemu dengan teman-teman sesama komunitas TDA dan Blogger Bekasi…hmm, serasa keluarga sendiri.

Bahkan kalau ada yang tanya anak saya kelahiran mana, dengan mantap saya jawab ” Anakku Tulen Bekasi”…

suksessehatselamat,

Novia Mofied

08568772926

Written by Mofied

Desember 27, 2009 pada 8:40 am

Ditulis dalam Umum

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] Ruang Inspirasi Warga Bekasi) 13. Dewanto (Catatan Sewindu Tinggal di Bekasi) 14. Novia Moefid (Anakku Tulen Bekasi) 15. Choirul A (Bang Jo di Bekasi) 16. Subhan (Supporter laskar patriot) 17. Rawi Wahyudiono (Jurus […]

  2. hihi tulen bekasi……ga kalah gengsilah booss bekasi kan masih kota besar yang banyak didengar orang…ketimbang desa ureg-ureg malang jatim…hehehehe…

    risky kurniawan

    Agustus 17, 2010 at 9:45 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: