Bisnis Interaktif

catatan kecil tentang perjalanan hidup, bisnis dan hobby

Basic Instinct

with 4 comments

Mungkin dari kita pernah nonton dengan judul diatas yang dibintangi oleh aktris favorit saya Sharon Stone.

Kali ini tidak akan mengupas  itu karena saya bukan ahli resensi film, tapi akan melihat dengan cara pandang berbeda.

Sebut saja namanya Bang Syahrul. Dia merupakan salah satu mitra  dari kostumbola.com yang memasok kebutuhan kaos bola dan perlengkapannya. Omsetnya sudah mencapai angka M pertahun.

Jangan dikira dia adalah orang sosok pengusaha yang selalu pakai dasi dan bolak balik hadir di seminar ini itu atau jadi pembicara disana-sini. Boro-boro tahu internet, kenal email saja gara-gara ada kerabat dari Aceh yang minta dikirim katalog produknya. Dia yang notabene “cuma” mengecap pendidikan formal sampai SMP tapi mampu menggaji orang yang berpendidikan lebih  diatasnya.

sudah 10 tahun dia mengelola bisnisnnya dan walaupun masih dibilang berantakan dilihat dari cara pandang manajemen modern, dia masih mampu bertahan bahkan terus tumbuh setiap tahunnya serta bisa memberi nafkah untuk orang banyak.

Mungkin banyak sosok-sosok pengusaha semacam Bang Syahrul ini bahkan menurut info (mohon dikoreksi), salah satu founder TDA yaitu H Alay juga “cuma” mengecap pendidikan setara SMP, tapi beliau mampu serta sukses membangun bisnisnya dan jadi panutan banyak orang.

Salah satu yang dapat ditangkap dari cerita-cerita kesuksesannya adalah mereka bisa mengasah naluri untuk bisa bertahan, menangkap peluang, mengembangkan kemampuannya serta dapat “melihat ke depan” sebelum orang lain lihat dari hal-hal yang ditemui sehari-hari.

Mereka terbiasa untuk menyelesaikan problem apabila timbul masalah dan dituntut untuk survive apabila dikondisikan pada titik nol.

Sah-sah saja apabila sebelum berbisnis kita dibekali dengan berbagai pengetahuan (buku, seminar, worshop,pelatihan motivasi, televisi dll) tapi akan mubazir jadinya apabila belum apa-apa sudah menyerah karena yang ditemui tidak sesuai gambaran semula atau gagal mempraktekan karena terlalu banyak materi yang didapat sehingga bingung yang mana duluan nih yang akan diterapkan.

Ngga enak khan kalau nanti dapat predikat PSS (Pengusaha Sebatas Seminar)🙂

Seorang pebisnis dituntut untuk tidak “cengeng” dan menyerah apabila menghadapi kendala sehingga tergoda dengan bisnis lain karena tergiur dengan kesuksesan temannya.

Jadi alangkah dahsyatnya apabila kita dapat mengkombinasikan antara pengetahuan yang didapat, jaringan yang ada serta kemampuan survival untuk bisa bertahan sehingga terbiasa untuk menentukan saat kapan kita menekan pedal gas tinggi atau injak rem untuk mengurangi kecepatan.

Tentunya semua dengan proses dan tidak bisa terjadi dalam semalam.

mengutip istilah teman “Kebiasaan akan menghasilkan perilaku, perilaku akan menghasilkan cara pandang, dan cara pandang dapat menentukan kesuksesan kita”

Jadi, asahlah kemampuan Anda sampai mentok….

suksessehatselamat,

mofied

Written by Mofied

Maret 6, 2011 pada 5:55 pm

Ditulis dalam motivasi

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. siap laksanakan mbah!

    annas

    Maret 8, 2011 at 6:01 am

  2. tq Mas Annas…

    mofied

    Maret 8, 2011 at 6:16 pm

  3. Insha-Alloh mbbah….siaaaaaap…semoga sesuai dg kata org org itu …mudah2an saya ikutan kecipratan semangat dan suksesnya…

    tulus dh

    September 25, 2014 at 7:34 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: