Bisnis Interaktif

catatan kecil tentang perjalanan hidup, bisnis dan hobby

Tumbangnya Bisnis di Ulang Tahun Pertama

with 5 comments

gagal berbisnis

Sumber: google

Dengan wajah kusut seorang teman datang ke workshop kami. Sebelumnya dia kirim SMS “Pingin curhat… ada yang mau diomongin..nggak sibuk khan? “.

Ditemani dua cangkir kopi dan sepiring pisang goreng dia langsung mengeluarkan uneg-uneg nya tanpa basa basi🙂

Lu tau khan Bro…udah setaun ini gue resign buat jalanin bisnis….tapi kok hasilnya tidak seindah yang dibayangkan….penghasilan minus, bentar lagi debt collector pasti ngejar-ngejar karena udah beberapa bulan ini nggak bisa nyicil, ditambah bini suka ngomel, capek deh berantem mulu sama orang rumah” ujarnya dengan nada pelan.

sambil menyeruput kopi yang sedikit pahit…saya cuma menghela napas panjang…bengong…cuma bisa liatin sahabat saya tadi dengan tatapan dingin.

Akhirnya saya cerita panjang lebar bagaimana pengalaman sewaktu menjalankan usaha pertama kali, naik turunnya, berapa kali gagal, bagaimana menghadapi kondisi pas lagi susah dll dsb bla bla bla…

Sedikit sumringah, dia ngangguk-ngangguk…nggak tau cuma basa-basi atau apa, beneran mau lakuin yang sudah saya lakuin atau enggak, cuma dia yang tahu….hehe

Lah…ngerintis usaha enak apa?

masih ngoprek sana-sini ketika orang-orang kantoran sudah leyeh-leyeh dirumah, rela begadang malam-malam buat setup ketika temen-temen kantor asyik ngupi-ngupi sambil nobar di cafe-cafe, nenteng-nenteng belanjaan ketika temen-temen lain duduk manis di ruangan kantornya yang wangi…

Fase kegelapan…begitu salah satu guru saya mengibaratkan seseorang yang baru merintis dan pertama kali menjalankan usaha.  Cashflow mandek, belum tau apa yang akan terjadi besok, apa-apa dikerjakan sendiri, pikiran ruwet, dll dsb.

masih mau lanjut mau usaha? hehehe…..

Nah, berikut ini penyebab kenapa mereka-mereka menyerah di tahun-tahun pertamanya dan beberapa saran yang barangkali berguna :

  • Terlalu pede dengan produknya

Barang gue bagus banget, bentuknya keren, jarang ada yang punya, pesaing nggak ada, pasti banyak yang suka “.

Pas dilaunching…nggak ada yang beli, jeblok di pasaran !

Kebanyakan temen-temen yang mau memulai usaha hanya fokus di produk. Bahkan beberapa sudah berani bikin workshop dengan investasi lumayan mahal karena yakin barangnya pasti laku.

Saran saya, ciptakan permintaan dulu, seleksi jenis apa yang konsumen mau. Pilih beberapa yang memang bisa diserap pasar, dan jadikan dulu sebagai sumber cashflow.

Kalau perputaran uang sudah bagus, bolehlah bikin tempat produksi sendiri tentunya harus dihitung dulu untung dan ruginya.

  • Cari Kebebasan

Bikin status di FB “kalau kerja kan terikat…enakan bisnis…bisa bebas ternak teri, bangun tidur bisa kapan aja…nggak ada yang marahin karena gue boss nya….”  terdengar keren…tapi bikin sedih…😦

Kenapa?

membangun bisnis itu tidak seindah kata-kata motivator loh…

Alih-alih mau bersantai ria…yang ada malah sibuk sana- sini, stress dikejar-kejar customer yang butuh layanan cepat, atau sebaliknya stress karena barang nggak laku-laku sementara persediaan numpuk.

Butuh ketekunan agar bisnis bisa running secara konsisten.

Kerja melebihi jam kerja normal sangat lumrah sewaktu awal-awal menjalankan usaha….jadi jangan ngimpi dulu mau enak-enakan kalau kita mau bisnis…

  • Kurang Move On

Menjalankan usaha beda banget dibandingkan jika kita bekerja. Cepat menyerah dan gampang frustasi menjadi penyumbang terbesar dari kegagalan. Selalu menyalahkan keadaan sudah menjadi makanan wajib harian.

Penyebab lain adalah minimnya perilaku adaptif sehingga tidak cepat mengambil tindakan alternatif apabila barang tidak laku misalnya.

Terlalu lama berada di zona nyaman yang lama tertanam bertahun-tahun juga bisa menjadi salah satu penyumbang dari kegagalan ini.

siapkan mental kuat, ubah mindset, lakukan afirmasi berulang-ulang dan segeralah mencari solusi lain kalau rencana yang sudah disusun awal tidak sesuai dengan fakta yang ditemui.

Sering-sering silaturahmi dengan mereka-mereka yang sudah menjalankan bisnis duluan juga bisa dijadikan alternatif penyemangat disamping baca-baca buku referensi.

Berkumpul dengan teman yang saling mendukung sangat disarankan dibanding waktumu habis buat nonton berita-berita kriminal dan kasus korupsi…

bikin polusi otak🙂

  • Boros Diawal

Launching gede-gedean dengan budget besar di awal-awal buka restoran memang keren. Langsung terkenal sampai diliput media itu lebih keren.

Menyewa ruko megah dengan biaya sewa selangit bisa membuat Anda “terlihat” menjadi pengusaha sukses se sukses-suksesnya🙂

Budget dihabiskan di awal dan akhirnya kehabisan napas ditengah jalan….

Disitu kadang saya merasa sedih😦

Cara-cara tadi lumrah dilakukan kalau modal Anda tak terbatas Bung. Kalau punya uang yang nggak ada serinya sih boleh-boleh aja..hehe

Saran saya, sesuaikan budget dan siapkan cadangan cukup yang bisa dipakai kalau cashflow kurang bersahabat.

Paling tidak 6 bulan atau 1 tahun sehingga kelangsungan hidup usaha bisa terjaga.

  • Rumput Tetangga Lebih Hijau

Baru 4 bulan merintis usaha, siapin sana-sini…eh, lihat teman yang terlihat sukses di bidang lain jadi tergiur untuk ikut-ikutan. Stamina habis karena harus menyiapkan lagi dari awal untuk bisnisnya yang baru. begitu seterusnya dan seterusnya. Akhirnya menyerah karena dia merasa nggak cocok di bisnisnya…

duh !

Ingat, setiap bisnis mempunyai karakteristik dan tantangan yang “khas” dan pasti akan ketemu.

Nah, fokus pada solusi sangat saya sarankan dibanding tergiur untuk coba-coba yang lain.

Dari situ akan ketemu “pola” nya sehingga kalau sudah dirasa kuat, sudah jalan sendiri, baru deh bisa difoto copy kalau misalnya mau beralih ke bidang yang lain.

  • Tertipu dengan tawaran bisnis abal-abal

Beberapa teman terjungkal dan kehabisan modal, pesangon yang didapat habis karena salah dalam melakukan investasi. Diiming-imingi keuntungan besar yang kadang tidak masuk akal membuat jadi gelap mata untuk menyerahkan seluruh modal yang dipunyai. Akhirnya cuma penyesalan yang didapat…syukur-syukur tidak menjadi gila !

Ini hasil penerawangan saya kenapa banyak teman-teman yang punya semangat menggebu-gebu diawal, akhirnya layu karena rontok bisnisnya.

Ingat, jadikan kendala dan hambatan itu sebagai tantangan…ujian…

Yakin aja untuk bisa melewati fase itu…!

mengutip nasehat dari seorang guru bisnis >>“ngerti aturan mainnya, kenali medannya….”

Sekarang pejamkan mata, renungkan sejenak, tanya pada diri sendiri….masih mau nerusin bisnis apa kembali bekerja…

Hanya Anda yang tahu🙂

Jabat Erat,

Mofied

Founder kostumbola.com

Written by Mofied

Februari 27, 2015 pada 2:58 pm

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. keren banget….
    terima kasih pencerahannya…

    annasahmad

    Maret 2, 2015 at 4:54 am

    • 🙂 …saya yang selalu minta pencerahan njejengan🙂

      Mofied

      Maret 2, 2015 at 8:17 am

  2. suka sama apa yang dibilang disini. Apalagi quote ini “kalau kerja kan terikat…enakan bisnis…bisa bebas ternak teri, bangun tidur bisa kapan aja…nggak ada yang marahin karena gue boss nya….”, menohok😀

    eenx

    Maret 3, 2015 at 6:42 pm

  3. bisnis, di 3 tahun pertama adalah siap kerja siang malam, bahkan di hari sabtu minggu dan hari libur. dan nikmatilah

    aswandi

    Maret 4, 2015 at 2:30 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: